Implementasi Smart Home Menggunakan Internet of Things

Internet of Things (IOT) merupakan suatu teknologi yang mengintegrasikan berbagai hal dengan internet menggunakan berbagai macam sensor yang hasilnya diproses menjadi suatu keluaran tertentu. Sensor-sensor yang umum digunakan antara lain: RFID, Infrared, GPS, maupun laser scanner. IOT ini umumnya diaplikasikan dalam dunia transportasi, lingkungan, keamanan maupun juga smart home.

IOT berpengaruh pada kehidupan manusia, dimana saat ini manusia tidak dapat terlepas dari internet. Dengan memanfaatkan IOT ini secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup manusia yang lebih baik. Pembangunan smart home akan membantu memudahkan kehidupan manusia dimana dengan mengintegrasikan berbagai sensor dalam suatu jaringan dapat melakukan berbagai macam hal seperti tracking, recognition, surveillance dan halγ€€ lainnya.

Point utama dalam teknologi IOT yang sedang dikembangkan saat ini secara umum meliputi RFID, sensor, teknologi nano, dan Embedded system(teknologi). Tetapi, RFID lah yang awalnya digunakan sebagai pondasi dan inti dalam proses IOT ini seperti sebagai mekanisme pengumpulan data secara pasif. Kemudian, teknologi IOT ini berkembang untuk tujuan lainnya seperti monitoring kondisi lingkungan, biologis, medis, maupun infrastruktur pintar.

Di Eropa, IOT secara umum memiliki tujuan utama untuk memanfaatkan teknologi yang ada secara maksimal untuk kehidupan. Sedangkan di China, mendapat support secara full dalam tahapan pembangunan/development untuk teknologi ini baik untuk sektor science dan teknolgi maupun untuk sektor industrial.

Konsep Sea Computing dalam IOT diperkenalkan pada tanggal 12 April 2010 di Beijing, China. Konspe ini menyatakan bahwa dengan mengumpulkan berbagai informasi dari dunia fisikal melalui berbagai sensor/data yang terhubung dalam jaringan kita dapat memprosesnya dan mendapatkan suatu hasil yang tidak terduga sebelumnya. Inti utamanya adalah berbagai informasi harus dapat diterima selengkap-lengkapnya melalui berbagai cara yang kemudian akan diproses dalam Sea Computing tersebut untuk mengeluarkan sesuatu misalkan keputusan/tindakan tertentu.

Dari sisi Computing Model, secara umum model aplikasi untuk IOT dapat dibagi ke dua bagian utama yaitu perception model dan Sea Computing model. Sea Computing model menawarkan keuntungan dimana diguankan dalam distributed computing (Decentralized) yang dapat mencegah/menghilangkan single control point, bottleneck pada satu alat, ataupun single point of failure. Keuntungan lainnya yaitu lebih fleksible dalam pengembangannya (bila diperlukan resource tambahan dalam pemrosesan).

Dalam tahap pengembangannya, secara umum IOT berpegang pada konsep SOA (Service Oriented Architecture) dimana aplikasi ditaruh pada cloud, tidak perlu lagi diinstall pada komputer/perangkat lokal dengan spesifikasi tertentu untuk melakukan pemrosesan. Dengan konsep ini maka pengguna tidak perlu lagi membelinya hanya perlu untuk membayar biaya sewa saja berdasarkan konsep pay-on-demand. Keuntungannya adalah dapat secara fleksibel menentukan resource dan biaya yang dikeluarkan daripada harus membeli suatu perangkat atau infrastruktur tetapi tidak terus menerus digunakan. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan hanyalah service yang berjalan dengan resource tertentu maka secara umum utilisasi dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal oleh penyedia jasa yang berimbas pada menurunnya cost yang perlu dikeluarkan oleh konsumen.

 

Sumber:

Li, B., & Yu, J. (2011). Procedia Engineering Research and application on the smart home based on component technologies and Internet of Things, 15, 2087–2092. http://doi.org/10.1016/j.proeng.2011.08.390

Giovanni