Perbedaan routing dan protocol stack antara OSI Model, TCP/IP Suite dan Mobile Ad Hoc Network

Routing bukan masalah baru dalam jaringan komputer. Routing link-state dan distance vector routing sudah di pelajari untuk waktu yang lama dan secara luas digunakan dalam jaringan konvensional. Namun, teknik routing ini tidak sangat cocok untuk digunakan dalam jaringan ad hoc mobile, untuk sejumlah alasan:
• Alasan pertama teknik routing conventional tersebut dirancang dengan pemikiran bahwa node node berdiam diri, tidak bergerak atau dirancang dengan pemikiran topologi statis. Padahal dalam jaringan ad hoc, dengan topologi jaringan yang sering berubah, node sangat sering bergerak atau topologi dinamis.
• Alasan kedua teknik routing conventional tersebut dirancang dengan asumsi akan digunakan dalam jaringan kabel. Dalam jaringan kabel, link dapat diasumsikan dapat digunakan secara bidirectional atau komunikasi dapat berjalan dalam dua arah pada saat bersamaan. Dalam jaringan ad hoc, hal ini tidak selalu terjadi; perbedaan perangkat keras jaringan nirkabel, node atau fluktuasi sinyal radio dapat menyebabkan uni-directional link, yang hanya bisa dilalui satu arah.
• Alasan ketiga, dalam tenik routing conventional, rute yang sudah terbentuk sampai tujuan tidak pernah atau jarang berubah karena asumsi node tidak bergerak atau statis. Dalam jaringan ad hoc mobile dengan jumlah node yang sangat besar, seperti jaringan sensor nirkabel yang besar, mempertahankan jalur rute ini menjadi tidak layak atau tidak dapat digunakan karena akan dihasilkan routing table yang sangat besar.
• Alasan keempat adalah dalam jaringan ad hoc, pengiriman secara periodik informasi routing relatif mahal, karena semua node pada jaringan ad hoc ini sangat terbatas pada resources-nya seperti terbatas kemampuan processor dan power nya dibanding dengan jaringan dengan menggunakan kabel. Selain itu biasanya juga menawarkan jumlah yang cukup terbatas dalam hal bandwidth-nya.
Sebuah paket untuk mencapai tujuannya di jaringan ad hoc, mungkin harus melakukan perjalanan selama beberapa hop. Tujuan utama dari protokol routing adalah untuk mengatur dan menjaga tabel routing, yang berisi informasi tentang kemana paket harus dikirim untuk mencapai tujuan. Node menggunakan informasi ini untuk meneruskan paket yang mereka terima. Oleh karena itu, protokol routing yang sifatnya khusus diperlukan untuk jaringan ad hoc.
The stack protokol untuk mobile ad hoc-diuraikan di bawah ini dan dibandingkan dengan Open System Interconnection (OSI) model dan TCP / IP untuk membantu untuk lebih memahami.

Untitled

Model OSI ditunjukkan pada Gambar diatas memiliki kerangka berlapis untuk desain sistem jaringan yang memungkinkan untuk komunikasi di semua jenis sistem komputer. TCP / IP adalah desain sebelum model OSI; Lapisan dalam TCP / IP tidak sesuai persis dengan lapisan OSI. Empat lapisan yang paling bawah sama persis antara model OSI dan TCP/IP. Tetapi lapisan kelima di TCP / IP suite (lapisan aplikasi) adalah setara dengan gabungan antara session, presentation dan application dari lapisan model OSI. Protokol MANET stack, yang mirip dengan TCP / IP suite, ditampilkan di sebelah kanan pada Gambar diatas. Perbedaan utama antara dua tumpukan protokol ini terletak pada lapisan jaringan. Node pada ad hoc network, yang mana keduanya host dan router menggunakan routing protokol ad-hoc untuk rute paket. Pada lapisan link fisik dan data, mobile node menjalankan protokol yang telah dirancang untuk saluran nirkabel.