People Innovation Excellence

Steganografi dengan Least Significant Bit (LSB)

Steganografi (information hiding) adalah sebuah teknik untuk menyembunyikan pesan rahasia pada sebuah host media atau disebut juga cover media. Steganografi berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “menulis tersembunyi”. Digunakan dalam beragam bentuk selama ribuan tahun. Pada abad ke-5 sebelum masehi, Histaiacus mencukur kepala seorang budak kemudian menuliskan pesan dikepalanya dan membiarkan rambut tumbuh untuk menutupi pesan yang ditulis. Sehingga untuk membaca pesan tersebut rambut pembawa pesan harus dicukur kembali. Perkembangan teknologi turut membawa perubahan pada steganografi baik teknik dan media yang digunakan. Saat ini perkembangan penyisipan informasi ditunjukkan pada Gambar1 berikut.

Gambar 1.  Fokus disiplin ilmu penyisipan informasi
(Chedad et al, 2010)

Kebutuhan komunikasi di era digital saat ini membuat penyisipan informasi dapat diterapkan pada media digital seperti gambar, video, audio, dan teks. Steganografi menyisipkan pesan rahasia pada suatu media tanpa ada yang menyadari bahwa media tersebut memiliki sebuah pesan rahasia.

Berkembangnya kemampuan komputer, internet diiringi dengan perkembangan proses sinyal digital (digital signal processing), teori informasi, dan teori code, steganografi telah bertranformasi pada media digital. Dalam ranah ini steganografi digital telah menciptakan atmosfir dimana perusahaan-perusahaan mengembangkan aplikasi-aplikasi yang menarik, sehingga evolusi terhadap bidang ini terjamin. Salah satu metode awal yang membahas steganografi digital dikemukakan oleh Kurak dan McHugh (Kurak, 1992). Keduanya mengusulkan sebuah metode yang mengurai dan menambahkan informasi pada 4 least significat bit (LSB). Mereka mengaji gambar pada tingkat bawah dan menyisipkan informasi baru yang sekarang dikenal dengan steganografi berbasis gambar.

Format yang poluler digunakan dalam steganografi gambar digital adalah Graphics Interchange Format (GIF), Joint Photograpic Expert Group (JPEG), dan Portable Network Graphisc (PNG). Disamping itu, banyak metode dan literatur yang dikembangkan dengan menggunakan format Bitmap (BMP) karena alasan struktur data yang simpel.

Berdasarkan kompresi pada gambar, format gambar dibagi menjadi dua yaitu, lossless compression dan lossy compression. Format gambar GIF, PNG, dan BMP termasuk kedalam lossless compression karena nilai pixel tidak mendapatkan perlakuan kompresi yang berarti. Format JPEG termasuk kedalam lossy compression karena nilai pixel dikompres.

 

LSB (Least Significat Bit)

LSB adalah teknik yang umum digunakan dalam enkripsi dan dekripsi informasi rahasia. Cara kerja metode LSB yaitu mengubah bit redundan cover image yang tidak berpengaruh signifikan dengan bit dari pesan rahasia. Gambar 2 berikut ini menunjukkan mekanisme metode LSB pada gambar 8 bit dengan memanfaatkan 4 bit LSB.

 

Gambar 2. Mekanisme LSB (Chedad et al, 2010)

 

Gambar 2 menunjukkan penerapan LSB menggunakan media gambar berbasis pixel dengan nilai 8 bit (gray value). Setiap pixel yang terdiri dari 8 bit dibagi menjadi 2 bagian yaitu, 4 bit MSB (most significant bit) dan 4 bit LSB (least significat bit). Bagian LSB lah yang diubah menjadi nilai dari pesan yang akan disisipkan. Setelah dibubuhi pesan rahasia, setiap pixel dibangun kembali menjadi gambar yang utuh menyerupai dengan media gambar semula.

Keuntungan LSB: Kurang mencurigakan dimata manusia,  Mudah untuk diimplemtasikan,  dan High perpetual transparency.

Kekurangan LSB antara lain  robustness, dan Sensitif terhadap filtering, serta Scalling, rotasi, penambahan noise pada gambar, dan cropping dapat merusak pesan rahasia.

 

Sumber

Cheddad, A., Condell, J., Curran, K., & Mc Kevitt, P. (2010). Digital image steganography: Survey and analysis of current methods. Signal Processing, 90(3), 727–752.

Kurak C.& McHugh J. (1992). A Cautionary Note on Image Downgrading.  Proceedings of the IEEE 8 th Annual. Computer Security Applications Conference, 30 Nov-4 Dec, 1992, pp. 153-159.

Fauzi Pujandi U, Optimasi Penyisipan Gambar Menggunakan Ant Colony Optimization Algorithm, Thesis, 2015


Published at :
Written By
Abba Suganda Girsang
Lecture Specialist S3 | Universitas Bina Nusantara
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close