The District Health Information System 2 (DHIS 2)

The District Health Information System (DHIS) merupakan sebuah platform open source untuk menghasilkan sebuah analisa, laporan , dan penyebaran data dari seluruh program kesehatan yang dikembangkan oleh Health Information System Programme(HISP).  HISP sendiri merupakan system informasi yang dikelolah oleh Departement of Informatics di University of Oslo yang diperuntukan untuk negara-negara berkembang dimulai dari Afrika Selatan pada tahun 1990. Sebagai aplikasi penunjang HISP, HISP menggunakan DHIS2 sebagai sarana pengumpulan data yang digunakan secara public. Hingga saat ini, DHIS sudah dipakai lebih dari 60 negara di seluruh dunia.

Dalam pengembangan DHIS, DHIS memiliki beberapa versi berbeda, diantaranya DHIS 1.3, DHIS 1.4 dan DHIS 2. Pada tahun 1996 DHIS versi pertama dikembangkan pada platform Microsoft Access , termasuk Visual Basic for Application(VBA) sebagai platform front-end, Microsoft Access sebagai database back-end, Microsoft Excel sebagai pengolahan report dan Windows sistem operasi yang digunakan. Pada tahun 2005 DHIS 1.4 dikembangkan dan mengubah struktur database secara signifikan terhadap struktur database DHIS 1.3 dan laporan yang dihasilkan memiliki berbagai macam format. Pada tahun 2008 DHIS 2 diciptakan sebagai penerus DHIS versi 1 yang dikembangkan menggunakan Java dan berbentuk aplikasi web.

DHIS 2 merupakan aplikasi yang dapat mempermudah pemerintah dan organisasi untuk mendapatkan, mengelola dan menganalisa informasi kesehatan.  DHIS 2 memiliki berbagai macam fitur dan tampilan antarmuka yang mudah dipahami oleh seorang non programmer sekalipun seperti mengelola dan mengumpulkan data individu dengan fleksibel.  DHIS 2 memiliki brbagai macam fitur visualisasi seperti peta, grafik, table dan mengkompilasi seluruh informasi tersebut kedalam sebuah dashboard kesehatan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1 Dashboard Kesehatan

Model arsitektur DHIS 2 adalah sebuah datawarehouse yang dapat mengintegrasi berbagai data kesehatan dari banyak macam sumber terutama data kesehatan yang berasal dari level fasilitas kesehatan, dan informasi yang dikumpulkan dapat ditampilkan dan diakses oleh semua level organisasi kesehatan.

Secara luas konsep dari Health Information System(HIS) dapat dideskripsikan seperti pada siklus informasi yang terdapat pada Gambar 2. Pada siklus tersebut menggambarkan berbagai komponen tahapandan proses di mana dikumulkannya data, diperiksa kualitasnya, diproses, dianalisa dan digunakan. DHIS 2 mendukung berbagai aspek siklus informasi termasuk :

  • Pengumpulan data
  • Pemeriksaan kualitas
  • Akses data
  • Laporan
  • Pembuatan grafik, peta dan berbagai analisa form lainnya
  • Memermudah membandingkan data berdasarkan waktu dan ruang lingkup
  • Menampikan kecenderungan/trends

Pada tahap awal, DHIS 2 bertindak sebagai pengumpul data, alat perekam dan kompilasi dan seluruh data tersebut dapat dimasukan ke dalam DHIS2. Pada tahap selanjutnya DHIS 2 dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas data. Setelah data masuk ke dalam sistem informasi dan telah di verifykasi , DHIS 2 dapat membantu untuk membuatkan beberapa jenis laporan yang beragam. Selain mengkasilkan laporan, DHIS 2 juga dapat membantu untuk menghasilkan analisa berdasarkan variable-variable yang telah ditentukan seperti indicator antar fasilitas atau over time. Grafik, peta dan laporan dan profil kesehatan dapat dihasilkan oleh DHIS 2.

Gambar 2 The health information cycle

Pada DHIS 2 ini struktur data yang berada di dalamnya seperti data elements, unit organisasi, form dan role dapat di definisikan secara bebas oleh pengguna melalui interface alikasi. Hal ini memungkinkan untuk sistem dapat beradaptasi terhadap berbagai kondisi dan use-cases.

Dikarenakan struktur daripada DHIS 2 ini modular maka DHIS 2 dapat dipasangkan berbagai macam aplikasi tambahan melalui custom apps. Aplikasi yang ditambahkan dapat berjalan dan digunakan secara bersamaan dengan modul utama dari DHIS 2. Fitur ini sangat berguna ketika pengguna akan menambahkan fungsi extra yang dibutuhkan, khususnya untuk sebuah Negara yang memiliki kebutuhan tertentu yang dimana dari awal telah didefinisikan terlebih dahulu.

Sebuah datawarehouse biasa dikenal sebagai database yang digunakan untuk menganalisa sebuah informasi.  Sebelum data masuk ke dalam datawarehouse, data melalui beberapa tahap operasi/transaksi pada sistem seperti pembersihan data dari data kotor, menghapus data yang duplikasi dan mengubah data kepada bentuk yang sudah ditentukan. Data yang telah masuk kedalam datawarehousedigunakan untuk tujuan data mining atau online analytical processing. Datawarehouse dirancang untuk mengoptimalisasi kecepatan dalam penerimaan data dan analisis. Dikarenakan bertujuan meningkatkan performa penyimpanan data, maka seringkali terjadi duplikasi data, hal ini dikarenakandata tersimpan dalam bentuk yang terperinci.

Terdapat beberapa keuntungan dalam menggunakan datawarehouse diantaranya adalah :

  1. Consistency : datawarehouse menyediakan data dengan bentuk umum sebagai bentuk abstraksi dari sejumlah banyak data dari sumber data tertentu. Hal ini mempermudah dalam melakukan analisis data.
  2. Reliability : data yang digunakan terlepas dari sumber data berasal sehingga membuat hilangnya data atau dihapusnya data tidak berpengaruh pada sistem operasional.
  3. Analysis performance : Sistem didesain sedemikian ruma hingga memiliki performa yang maksimal dalam menerima data dan menganalisis.

Selain keuntungan, terdapat juga tantangan dalam penggunaan pendekatan data warehouse

  1. High cost : Dalam memindahkan data dari berbagai sumber ke dalam sebuah data warehouse cukup memerlukan biaya yang tinggi.
  2. Data validity : Pemindahan data ke dalam data warehouse juga memiliki kompleksitas tinggi sehingga pemindahan data ke dalam data warehouse tidak dilakukan secara berkala, hal ini membuat data yang berada di dalamnya memiliki akurasi yang kurang dan membuat pengambilan keputusan berdasarkan data tersebut menghasilkan hasil kurang tepat.

Dari keterangan tersebut maka alikasi DHIS 2 dirancang sebagai alat untuk pengambilan data, validasi data, analisis data dan sebagai penaji data. DHIS 2 juga menyediakan beberapa modul yang bersangkutan termasuk data entry dan sebagai alat untuk analisa seperti reports, charts, maps, pivot tables dan dashboard, contoh charts terdapat pada  Gambar 3 (Informatics, 2011).

Gambar 3 Chart DHIS2

Selain itu DHIS 2 merupakan sistem informasi kesehatan yang dapat dioperasikan untuk berbagai macam kebutuhan. DHIS 2 mengimplementasikan pertukaran data dan meta data standar kesehatan yang disebut SDMX-HD. Ada banyak contoh sistem operasi yang juga mengimplementasi standard ini dan berpotensi dapat menjadi data untuk DHIS 2 seperti terdapat pada Gambar 3

  1. iHRIS: Sistem untuk majemen human resource data. Contohnya adalah data yang relevant untuk national data warehouse yand diambil oleh system, “number of doctors”, “”number of nurses, dan “total number of staff”. Data tersebut dapat diambil oleh DHIS 2 dan  dibandingkan misalnya untuk kinerja sebuah kabupaten.
  2. OpenMRS: OpenMRS merupakan medical record system yang digunakan oleh sebuah rumah sakit. Sistem ini dapat berpotensi mengumpulkan data dan mengexport data pasien rawat inap ke dalam sebuah data warehouse
  3. OpenELIS : Laboratory enterprise information system. Sistem ini dapat menghasilkan dan mengexport data dalam bentuk angka dan menghasikal keluaran test lab.

Gambar 4 Pengambilan/Sumber data DHIS 2

 

 

Sumber :

http://www.mn.uio.no/ifi/english/research/networks/hisp/

https://www.dhis2.org/

https://en.wikipedia.org/wiki/DHIS

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_Information_Systems_Programme

https://docs.dhis2.org/master/en/user/html/ch02s04.html

https://www.dhis2.org/data-management

Abba Suganda