Micro-Cloud (µcloud)

Penulis: Tiffany Tantri, Evan Kristia Wigati, dan Steve Michael

Pembimbing/Editor: Amalia Zahra, S.Kom., Ph.D.

 Micro-cloud (µcloud) adalah teknologi dengan komputasi terdistribusi, yang bertujuan untuk memberikan akses komputasi atau data tanpa batas ketika layanan pusat mungkin mengalami konektivitas yang buruk dan latensi yang panjang. Berbeda dari cloud tradisional, micro-cloud lebih kecil dan di deploy lebih dekat dengan pengguna, biasanya melekat pada basis seluler atau titik akses jaringan wireless. Ilustrasinya dapat dilihat pada Gambar 1. Keuntungan dari micro-cloud adalah menyediakan performa yang lebih baik, lokalitas, kontrol terhadap aplikasi dan juga penggunaannya sama mudahnya dengan public cloud yang besar (large public cloud).

Adapun karakteristik micro-cloud (µcloud) menurut March, et. al. (2011) adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan komposisi modular.
  2. Tugas yang tidak memerlukan kemampuan khusus dari perangkat dapat diimplementasikan di cloud.
  3. Urusan terhadap program dibagi menjadi beberapa pemeran yang bertanggung jawab dalam pembuatan program.
  4. Mengurangi penggunaan baterai.
  5. Dapat digunakan secara offline.

Contoh penerapan micro-cloud dapat dilihat pada Gambar 2, di mana micro-cloud terhubung ke base station yang mencakup daerah tertentu, dan micro-cloud juga saling berhubungan satu sama lain melalui Backhaul network (Wang, et. al., 2014). Ketika pengguna selular bergerak dari satu area ke area lain, pengguna dapat memilih untuk tetap menjalankan layanan dengan micro-cloud pada area sebelumnya, dan mentransmisi datanya ke/dari user via Backhaul network, atau pengguna dapat memigrasi layanan ke micro-cloud di area yang baru. Apapun pilihannya, tetap ada biaya yang akan dikeluarkan. Pada kasus untuk tetap pada area yang lama, biaya yang dikeluarkan berupa biaya transmisi data, dan biaya migrasi jika memilih untuk memigrasikan layanan micro-cloud.

Gambar 2. Backhaul Network

Micro cloud menyediakan kinerja, lokalitas, dan kontrol yang lebih baik, dengan kemudahan penggunaan yang sama dan ekonomi operasional seperti cloud publik yang besar. Dengan hyper-converged appliances, micro-cloud juga dapat memberikan skala sesuai dengan model yang diinginkan dan menghemat biaya muka secara signifikan. Oleh karena itu, micro-cloud ini dapat menggantikan cloud publik yang monolitik untuk penggunaan tertentu, misalnya komputasi client-server dan desktop pribadi menggantikan mainframe untuk satu set aplikasi.

Referensi

Wang, S., Urgaonkar, R., He, T., Zafer, M., Chan, K., & Leung, K. K. (2014, October). Mobility-induced service migration in mobile micro-clouds. In 2014 IEEE military communications conference (pp. 835-840). IEEE.

March, V., Gu, Y., Leonardi, E., Goh, G., Kirchberg, M., & Lee, B. S. (2011). μcloud: Towards a new paradigm of rich mobile applications. Procedia Computer Science, 5, 618-624.

[1] https://www.zerostack.com/micro-clouds-the-future-of-cloud-computing/

Amalia Zahra