Deteksi kebocoran gas LPG dengan sensor MQ (based IOT)

 

Benfano Soewito dan Frabowo

 

Dampak negative dari penggunaan gas LPG adalah terjadinya kebocoran pada tabung sehingga kadar gas melebihi kadar oxygen diudara maka bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Hal penyebab terjadi kebocoran itu dikarenakan berawal karet tabung yang sudah tidak cocok denga regulator. Pada awalnya, gas LPG tidak berbau, tetapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Karena biasanya tindakan pertama dari pendeteksian kebocoran gas adalah dengan indra penciuman manusia, oleh karena itu dalam perkembangan nya gas LPG di tambahkan zat yang mempunyai bau khas. Sehingga dengan demikian manusia dapat mencium bau gas.

Sebenarnya untuk mengurangi resiko kebocoran gas adalah dengan selalu mengecek keadaan tabung setiap harinya tetapi adakalanya manusia sibuk dengan urusan lain maka hal seperti itupun tidak dapat dilakukan. Maka dari itu perlu dibuatnya suatu alat deteksi kebocoran gas yang dapat mengurangi serta mengantisipasi terjadinya kebakaran disebabkan karena kebocoran gas. Melalui deteksi kebocoran gas menggunakan Arduino dan sensor MQ2 untuk mendeteksi kebocoran gas LPG serta servo sebagai alat membuka automatis katup regulator.

Sistem deteksi kebocoran gas dapat dibuat dengan menggunakan sensor MQ, mikrokontroler yang terhubung ke jaringan internet menggunakan modul EPS8266 dan pemanfaatan cloud Thingspeak yang sifatnya real time ketika terjadi perubahan data sehingga smartphone dapat menerima informasi secara real time juga. Kemudian, dapat juga dipasang sebuah modul servo untuk memutar katup regulator 180° kembali keposisi tidak mengunci, sehingga gas tidak akan keluar secara terus menerus. Penggunaan buzzer juga dapat ditambahkan  untuk memberikan alarm ketika terjadi kebocoran.

Gambar diatas adalah gambar sistem deteksi kebocoran gas dan pengukuran tekanan gas berbasis IoT. Sensor MQ-2 dengan Arduino adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi Alkohol, H2, LPG, CH4, CO, Asap dan Propane, disini penulis akan mendeteksi dibagian LPG saja. Ketika sensor MQ-2 mendeteksi adanya kadar gas yang berlebih maka sensor ini akan langsung menyampaikan ke Arduino untuk memberikan alarm peringatan secara otomatis. Semakin lama sensor terkena gas lpg maka sensor hit yang ada pada sensor itu akan memerah dan panas sehingga panas tersebut nantinya akan menjadi tegangan. Namun, setelah sensor menerima tegangan tersebut akan diubah ke dalam bentuk satuan kebocoran gas. Dapat dilihat skema sensor MQ2 pada Arduino, dapat dilihat bawah ini:

Sensor MPX5700 merupakan alat pengukur tekanan gas didalam tabung. Sensor ini akan membaca tekanan yang diterimanya kemudian akan di tampilkan pada lcd. Pembacaan sensor ini dari 0-700kPa untuk menentukan tekanan gas yang dimiliki tabung itu lebih dari atau kurang dari batas normal.

Lcd 16×2 difungsikan sebagai alat outputan dari sistem yang dibuat. Alat ini nantinya akan digunakan menampilkan informasi berupa hasil pembacaan sensor pengukuran tekanan gas. Pembacaan ini nantinya dapat menjadi informasi buat pengguna untuk melihat data yang lebih akurat lagi dari hasil pembacaan sensor. Untuk skema dari lcd dapat lihat di bawah ini:

Pada perancangan perangkat lunak penulis menggunakan program Arduino untuk menuliskan listing program kemudian menyimpannya ke dalam file yang berekstensi IDE, dan Bootloader Arduino Uno sebagai media yang digunakan untuk mengupload program kedalam mikrokontroler, sehingga arduino dapat bekerja sesuai dengan yang diperintahkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk lebih detail cara pembuatan system deteksi ini dapat menghubungi bsoewito@binus.edu.

Benfano Soewito