Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan tenaga ahli, terutama sejak pandemi COVID-19. Kondisi ini mendorong penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, salah satunya melalui Game-Based Learning (GBL), yaitu penggunaan permainan sebagai media edukasi.

Pendekatan ini diterapkan dalam program kolaboratif antara University Malaya dan Cardiff Metropolitan University yang berlangsung di Cardiff Museum pada 18 Mei 2023. Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Dr. Mas Sahidayana Mokhtar bersama Dr. Zati Hakim Azizul Hasan, Prof. Dr. Siti Nursheena Mohd Zain, Chia Jing Hui, serta Dr. Devi Fitrianah dari Bina Nusantara University.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep STEM melalui permainan tradisional congklak. Permainan ini melatih kemampuan berhitung, strategi, dan pengambilan keputusan secara langsung. Meskipun sederhana, congkak terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.


Kegiatan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi sebagai media pembelajaran modern. Integrasi congklak dalam pembelajaran STEM menjadi contoh konkret bagaimana kearifan lokal dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan global.