Kegiatan berlanjut pada Jumat, 17 April 2026 dengan dua sesi yang mengangkat tema riset lingkungan berbasis komputasi serta isu etika dan kepercayaan dalam kecerdasan buatan.

Sesi pertama oleh I Gede Putra Kusuma Negara, B.Eng., Ph.D., dengan menghadirkan Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Dalam topik “The Trust Crisis in AI: Bridging Explainability (XAI) and Visual Integrity”, pembicara membahas krisis kepercayaan terhadap sistem AI, khususnya terkait transparansi dan interpretabilitas model. Pendekatan Explainable AI (XAI) dan integritas visual diperkenalkan sebagai solusi untuk meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap sistem berbasis kecerdasan buatan.

Sesi kedua di Ruangan 826 dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Ditdit Nugeraha Utama, S.Kom., MMSI., dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Yayan Apriyana, M.Sc., DAT dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Topik yang diangkat adalah “Riset Iklim dan Hidrologi untuk Pertanian Berbasis Ilmu Komputer”. Materi ini menekankan integrasi ilmu komputer dalam analisis iklim dan hidrologi untuk mendukung sektor pertanian, termasuk pemanfaatan data dan model komputasi dalam meningkatkan ketahanan pangan.