Dalam program PkM lintas perguruan tinggi lebih dari 70 guru SD hingga SMA dari berbagai daerah mendapat kesempatan belajar langsung dari para dosen Universitas Padjadjaran, Universitas Syiah Kuala, Universitas Mataram, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan Binus semuanya dalam dua sesi daring yang penuh semangat.

Pada 24 dan 31 Mei 2025, sebuah program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif mempertemukan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam satu ruang pembelajaran virtual. Kegiatan ini melibatkan kontribusi dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Padjadjaran, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Mataram, serta Universitas Syiah Kuala.


Melalui kolaborasi ini, para peserta, khususnya tenaga pendidik di berbagai daerah, memperoleh pembekalan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung transformasi pembelajaran digital. Materi yang disampaikan tidak hanya memperkenalkan konsep dasar, tetapi juga mendorong penerapan praktis AI dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga relevan dengan kebutuhan pendidikan di era yang semakin berbasis teknologi.

Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi yang memperkaya perspektif dan keahlian dalam pelaksanaannya. Dari Universitas Bina Nusantara (MTI), hadir Dr. Devi Fitrianah, S.Kom., M.T.I, Dr. Rojali, S.Si., M.Si. Selanjutnya Amalia Zahra, S.Kom., Ph.D membahas pemanfaatan platform seperti Padlet dan Canva sebagai media pembelajaran interaktif yang mendukung kreativitas guru dalam menyampaikan materi.

Serta Dr. rer.nat Ditdit Nugeraha Utama, S.Kom., MMSI. memperkenalkan pemanfaatan tools seperti ELAI dan HEYGEN dalam pembuatan video presentasi, dengan pendekatan yang menekankan kemudahan produksi konten sepraktis aktivitas sehari-hari.

Partisipasi juga datang dari Universitas Padjadjaran melalui Dr. Afrida Helen, S.T., M.Kom. , Serta Mira Suryani, S.Pd., M.Kom, MCE menyampaikan praktik implementasi ChatGPT dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Serta Intan Nurma Yulita, M.T memperkenalkan berbagai AI tools dan resources yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam mendukung proses pembelajaran.


Selain itu, UIN Maulana Malik Ibrahim turut berkontribusi melalui Mohammad Nafie Jauhari, M.Si. Serta Hisyam Fahmi, M.Kom membahas tren masa depan dan peluang AI dalam dunia pengajaran, memberikan gambaran arah perkembangan teknologi dalam pendidikan.

Dari Universitas Mataram, hadir Santi Ika Murpratiwi, S. Kom., M.T. dan Royana Afwani, serta dukungan dari Universitas Syiah Kuala, materi pengantar AI dan aplikasinya dalam pengajaran disampaikan oleh Andriani Putri, M.Sc dari Universitas Syiah Kuala.


Dilanjutkan dengan pembahasan konsep dasar AI oleh Fathia Sabrina, M.Inf.Tech.

Para guru yang hadir membawa semangat yang sama: ingin terus belajar, ingin terus relevan, dan ingin memberikan yang terbaik bagi murid-murid mereka di daerah. Program dua sesi ini menjadi ruang yang hangat  di mana batas geografis lebur, dan yang tersisa hanyalah tekad bersama untuk memajukan pendidikan Indonesia dari berbagai penjuru.

Kolaborasi lintas kampus seperti ini membuktikan bahwa perguruan tinggi paling berdampak bukan ketika bekerja sendiri, melainkan ketika bergandengan tangan menjangkau lebih jauh, lebih luas, dan lebih dalam ke jantung masyarakat yang membutuhkan.